TECHNODITION - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, sistem pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) penting untuk dikembangkan di era digital saat ini. Hal itu guna meningkatkan akurasi pengambilan kebijakan berbasis data yang tepat sasaran.
“sistem pendataan Registrasi Sosial Ekonomi dikembangkan berdasarkan prinsip Satu Data Indonesia (SDI) yang sudah sangat terkenal yang mencakup aspek interoperabilitas. Sebagai salah satu Dewan Pengarah Satu Data Indonesia, saya menyambut dengan sangat baik pelaksanaan Regsosek ini,” ujar Johnny G. Plate di The Westin Hotel, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Digital Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi RI
Menkominfo menjelaskan kebijakan akselerasi transformasi digital menjadi kunci dalam mengimplementasikan SDI.
“Saya kira ini hasil dari akselerasi transformasi digital yang dikomandani oleh Bapak Presiden dan yang dilaksanakan sesuai directive Bapak Presiden untuk meningkatkan pelayanan online, pelayanan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, dan peningkatan digital talent atau sumberdaya manusia digital,” ungkapnya.
Baca Juga: WhatsApp Business Akan Hadir Layanan Premium
Menteri Johnny menambahkan, Indonesia pun mendapatkan pemeringkatan yang lebih baik dalam pelaksanaan sistem electronic government secara global. Dalam United Nations Electronic Government Survey Tahun 2022, posisi Indonesia naik menjadi peringat 77 dari 193 negara.
“Kita telah naik 11 peringkat dari peringkat 88 di tahun 2020 menjadi peringkat 17 Tahun 2022, 11 peringkat dalam dua tahun dan menjadi bagian dari kelompok negara dengan High Electronic Government Development Index (EGDI),” ujarnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Game Seru Untuk Mabar
Peningkatan implementasi e-government berdasarkan hasil survei tersebut menempatkan Denmark, Irlandia dan Korea Selatan menjadi tiga besar dengan indeks tertinggi di dunia.
"Peringkat itu diraih karena terjadi peningkatan performa indeks di tiga aspek yang mencakup pelayanan online, infrastruktur telekomunikasi dan sumber daya manusia," tegasnya.***